HIKMAH ISRA MI’RAJ DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER
Umat Islam setiap tanggal 27 Rajab Tahun Hijriah akan memperingati Isra Miraj’ dan pada tahun ini, jatuh pada hari Senin 28 Februari 2022. Peristiwa Isra Miraj’ ini umum yang banyak diketahui oleh seluruh umat islam sebagai peristiwa besar dan menunjukkan salah satu mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW dimana beliau dalam satu melakukan perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Agsa yang dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha atau langit ketujuh, sebagaimana Allah firmankan dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ Ayat 1 yang artinya : “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.
Perjalanan Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Miraj’, apabila dikaji oleh akal manusia, maka akan tidak akan mempercayai perjalanan seorang manusia dalam satu malam mampu melakukan perjalananan pulang pergi dari makkah menuju palestina, yang katanya jaraknya kurang lebih 1.500 KM. Pada saat itu transportasi darat yang digunakan butuh perjalanan berbulan-bulan menunggangi Unta, kuda dan keledai, sehingga hanya sedikit yang pada saat itu mempercainya. Di antara yang sedikit adalah sahabat Abu Bakar as-Shiddiq yang tanpa reserver menyatakan percaya apa pun yang datang dari Nabi Muhammad SAW. Akhirnya menjadi kesempatan dari musuh-musuh Islam pada saat itu mencoba untuk melemahkan keyakinan sahabat terhadap Islam, akan tetapi Allah SWT berkehendak lain justru, dengan mencoba untuk membuat Rasulullah SAW malu malah sebaliknya membuat banyak orang yang semakin yakin dengan kebersaran Rasulullah SAW. Abu Jahal yang pada saat itu mau menjatuhkan Rasulullah SAW didepan pendudukan kota makkah pada saat menceritakan peristiwa Isra Miraj’ akan tetapi malah membuat pengikutnya banyak yang mengikuti Rasulullah SAW.
Peristiwa Isra Miraj’ merupakan peristiwa yang menujukkan kebesaran Allah SWT bahwa sesuatu yang kalau dikehendaki-Nya maka pasti akan terjadi. Sehingga bagi umat islam peristiwa ini menjadi ujian untuk menunjukkan kita pada kecintaan terhadap Rasulullah SAW. Umumnya peristiwa Isr Miraj’ adalah perjalanan Rasulullah SAW untuk menerima perintah untuk melaksanakan Sholat bagi seluruh hamba-Nya. Mufasir Jalaluddin Al mahalli dalam kitab 'Tafsir Jalalain' menerangkan bahwa Rasulullah SAW mengatakan Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Muhammad SAW secara langsung. Allah SWT telah mewajibkan kepada Nabi 50 kali sholat untuk setiap hari. Setelah itu lalu Nabi turun hingga tempat Nabi Musa AS di langit keenam, dan melakukan percakapan dengan Nabi Musa AS tentang perintah sholat yang akhirnya Rasulullah SAW bolak-balik menghadap ALLAH SWT untuk mendapatkan keringanan pelaksanaan Sholat sehari 5 waktu.
Ada tiga hal penting dari peristiwa Isra Miraj’ selain perintah untuk melaksanakan sholat bagi Umatnya. Pertama dari peristiwa Isra Miraj, merupakan peristiwa tentang bagaimana Rasulullah SAW pada saat menerima sholat dan bolak-balik untuk meminta keringanan sholat adalah tentang jiwa sosial yang ada dalam diri beliau, untuk meminta keringanan sholat yang akan dilaksanakan oleh umatnya ini adalah karakter kebesaran beliau menjaga habbluminnas.
SMK Bisa!!!
SMK
Juara
SMKN
1 Sukanagara
Komentar
Posting Komentar